Qondio
Front
Intel
IntelMart
Shares
My Qondio
Account
Zenstrive > Intel > Citra Rentang Dinamika Tinggi : Sebuah Revolusi Photography

qondio.com/cB0N PRINT EMAIL

Citra Rentang Dinamika Tinggi : Sebuah Revolusi Photography

By Zen Strive of StriveStudio

I. Citra Dinamika Tinggi (High Dynamic Range Imaging), Sebuah Perkenalan

Seringkali para fotografer professional dan hobbyist menghadapi masalah dinamika pencahayaan pada citra foto yang dihasilkan oleh kameranya. Langit yang terang tetapi pohon yang gelap; pohon yang terang tetapi langit yang terlalu putih; wajah yang gelap karena difoto membelakangi cahaya rumah. Semua masalah ini disebut masalah rentang dinamika sebuah citra.

Belum ada yang bisa menyalin sempurna keindahan alam, bahkan kamera paling canggih sekalipun saat ini. Mata makhluk hidup adalah sensor cahaya paling peka; dengan mata manusia sebagai sensor yang paling peka dengan dinamika warna. Kita bisa melihat pohon yang dilatarbelakangi langit cerah dengan baik, sebaik kita melihat awan-awan yang berarak di belakangnya. Ini karena mata manusia bisa merekam dan memproses warna dengan tingkat kerapatan data lebih tinggi dari kamera dan monitor. Apabila diterjemahkan ke data, mata manusia bisa melihat sampai kedalaman 14 bit dengan rasio kontras 100.000:1, sedangkan dinamika warna di alam bisa mencapai 16 bit, sedangkan kamera hanya bisa merekam sampai 14 bit saja dengan rasio kontras 300:1. Monitor standar yang dipakai sebagai penampil foto dan printer pencetak foto pun hanya bisa menampilkan dalam rentang 8 bit saja. Bayangkan berapa banyak informasi dinamika warna yang hilang dalam perjalanannya dari mata manusia, ke kamera, dan ke pencetakan.

Kita sering kali mengatakan ”Kamu harus pergi sendiri deh ke sana, foto ini gak menceritakan semua keindahannya”, itu karena foto yang kita hasilkan sering kali tidak mampu menjembatani antara perasaan kita ketika memotret dan orang yang melihatnya

Karena itu lah kita perlu membuat sebuah citra dinamika tinggi, yang mampu menyimpan informasi dinamika warna yang lebih banyak dari citra biasa. Citra ini lazim disebut HDRi, High Dynamic Range image.

II. Menghasilkan HDRi

Mari kita kembali ke kasus pohon, langit, dan tanah. Pada banyak kasus, ketika kita fokus brightness metering kita ke langit, pohon akan gelap, dan tanah akan hitam. Ketika kita fokus ke pohon, langit akan terlalu terang atau malah putih karena overexposed, sedangkan tanah masih akan gelap. Ketika kita fokus ke tanah, pohon dan langit akan cenderung lebih gelap.

Bagaimana kalau kita gabungkan karakteristik fokus metering ketiganya untuk menghasilkan satu citra yang mempunyai karakteristik metering gabungan yang mencakup seluruh rentang metering yang dihasilkan? Kalau ini dilakukan, kita bisa mendapatkan citra yang merekam semua rentang dinamis yang ada.

Bagaimana caranya menghasilannya?

II. 1 Mendapatkan Citra Mentah

Pertama-tama kita harus bersiap-siap untuk mengambil citra-citra dengan tiga tingkat eksposure berbeda. Citra-citra ini akan menjadi ”bahan mentah” kita untuk menghasilkan High Dynamic Range imaging.

Ada banyak cara untuk melakukan ini:

1. Yang paling mudah adalah gunakan fitur pemotretan Auto Eksposure Bracket. Fitur ini akan menghasilkan tiga atau lebih citra dengan tingkat eksposure berbeda secara otomatis. Apabila digabung dengan fitur Multiple Shooting Mode, fitur ini akan lebih cepat menghasilkan foto-foto dengan tingkat eksposure yang berbeda-beda. Fitur ini ada di mayoritas kamera digital single lens reflex (DSLR) yang sudah banyak beredar di pasaran. Penulis mempergunakan Canon EOS 450D, entry level DSLR yang sudah cukup baik. Dengan AEB dan MS, fokuskan kamera pada scene yang akan diambil, lakukan metering secara manual untuk mendapatkan rentang dinamis kompromi scene tersebut; Daerah terang dibuat agak gelap, daerah gelap dibuat agak terang, dan daerah middle-tone tergambar dengan baik. Gunakan automatic mode kalo merasa susah mendapat dinamik kompromi, catat shutter speed dan aperture yang dipakai, lalu pindah kembali ke manual mode dan gunakan angka-angka itu. Setelah scene didapat, jepret dan tahan sampai kamera mendapatkan tiga citra atau lebih scene yang sama.

2. Apabila tidak ada fitur AEB, kita harus membuat citra-citra dengan ekposure berbeda-beda. Apabila mempergunakan pocket kamera, gunakan manual mode untuk mengeset shutter speed secara berbeda-beda. Gunakan automatic mode untuk mendapatkan acuan dinamika kompromi. Ambil satu citra untuk tiap shutter speed.

Kecuali memotret benda berwarna hitam, hindari scene kompromi yang menghasilkan daerah hitam pekat karena akan menghasilkan noise parah dan citra dinamis rendah di HDRi. Selama membuat citra-citra mentah, gunakan resolusi tertinggi yang bisa dihasilkan kamera untuk menghasilkan kualitas maksimal dan mendapatkan rentang dinamika tertinggi. Untuk memberikan citra-citra yang memiliki kesejajaran posisi (single alignment) atau menghindari blur (terutama di scene yang gelap atau malam hari), gunakan alat penunjang seperti tripod, monopod, ato gorillapod.

II.2 Mengolah-awal Citra Mentah

Pengolahan awal citra mentah meliputi konversi RAW ke tiff mode dan penghilangan noise.

II.2 .1 Konversi RAW

Setiap kamera SRL dan beberapa kamera saku digital mempunyai software bawaan untuk merubah (mengkonversi) citra berformat RAW menjadi berformat TIFF 16 bit. Gunakan software-software tersebut untuk perubahan format. Gunakan sotware Adobe Raw untuk yang tidak memiliki software konversi.

Kenapa harus TIFF? Karena beberapa software penyusun HDRi tidak bisa memproses beberapa file RAW dengan benar. Pada kasus Canon RAW (.crw), software Photomatix Pro 3.3 menghasilkan citra yang didominasi warna pink!

Kenapa harus 16 bit? Tingkat data 16 bit memberikan keleluasaan gerak dinamika yang ktia perlukan untuk pembuatan HDRi.

II.2.2 Pengurangan Derau (Noise)

Pengurangan derau ini penting dilakukan, terutama untuk scene-scene yang memerlukan bukaan tinggi (high aperture) seperti scene-scene malam hari. Noise akan menjadi lebih banyak ketika dikonversi ke citra HDR karena tiap citra mentah memiliki noise sendiri dan noise ini akan menumpuk di citra HDR yang memiliki kontras detail tinggi. Kontras detail tinggi akan mengangkat noise.

Gunakan software spesial penghapus noise, Noise Ninja, Neat Image, atau Noiseware untuk pengurangan noise. Photoshop bisa juga digunakan, tetapi kurang handall.

III. Pembuatan HDRi

Setelah citra-citra mentah sudah melalui konversi ke format TIFF dan dibersihkan dari noise, sekarang saatnya kita menghasilkan HDRi.

Ada beberapa software yang bisa dilakukan untuk menghasilkan HDRi, yang terkemuka adalah Photomatix dan Photoshop CS2.

Photoshop CS2 bisa disebut pencetus demam HDRi di dunia dengan fitur merge-to-HDR yang tertanam di dalam software ini. Beginilah cara membuat HDR dengan Photoshop CS2:

1. Gunakan menu File - Automate - Merge to HDR
2. Pilih citra-citra mentah yang sudah disiapkan, lalu klik OK
3. Sebuah citra dengan ukuran kedalaman warna 32 bit telah jadi. Citra ini tidak bisa ditampilkan dengan sempurna oleh monitor standar yang 8 bit. Sama seperti citra 1 juta warna ditampilkan di monitor yang hanya bisa menampilkan 65 ribu warna, akan ada warna yang terpotong dan gradasinya kurang halus.
4. Untuk mengubah citra menjadi citra yang bisa ditampilkan oleh monitor dan printer, ubah kedalaman citra dari 32 bit ke 8 bit. Akan tampil pilihan-pilihan metoda yang bisa digunakan untuk mengkonversi. Coba-coba semua pilihan dan semua setting sampai mendapat gambar yang mengena di hati.
5. Simpan gambar 8 bit yang didapat.
6. Pamerkan ke semua teman 


Photomatix adalah software yang selalu disebut-sebut oleh fotografer profesional yang mendalami HDRi. Software ini memberikan pilihan-pilihan konversi dari HDRi 32 bit ke 8 bit yang luar biasa. Photomatix juga bisa membuat citra HDRi dari satu file TIFF 16 bit. Hadir dalam bentuk software stand-alone atau sebagai plug-in dari Photoshop CS. Ketika penulis membuat tulisan ini, Photomatix Pro sudah mencapai versi 3.

Secara umum, ada dua pilihan cara membuat HDRi 8 bit dari HDRi 32 bit dengan Photomatix: Details Enhancer atau Tonal Compression.

Cara membuat HDRi dengan Photomatix:

1. Jalankan Photomatix
2. Pilih Generate HDR image
3. Pilih citra-citra mentah yang akan sudah disiapkan, lalu klik OK
4. Pilih metode-metode merging yang diperlukan. Pilih automatic alignment dan ghosting removing
5. Photomatix akan memproses citra-citra mentah menjadi citra HDR. Tunggu beberapa saat.
6. Sebuah citra dengan ukuran kedalaman warna 32 bit telah jadi.
7. Gunakan pilihan Tone Mapping
8. Pilih salah satu: Details Enhancer atau Tonal Compressor. Kebanyakan artis akan memilih Details Enhancer karena mempunyai memiliki kemungkinkan lebih banyak menghasilkan citra yang lebih indah. Meskipun begitu, Tonal Compressor bisa juga menampilkan citra yang lebih bagus pada scene-scene tertentu.
9. Tone Mapping menggunakan Details Enhancer memiliki beberapa slider:
a. Strength: seberapa kuat detail ditampilkan,
b. Saturation: tingkat kejenuhan/terang warna,
c. Luminosity seberapa terang citra secara keseluruhan,
d. Di tab Micro Detail:
i. Contrast Strength: untuk mengkontraskan detail-detail kecil seperti dedaunan
ii. Contrast Smoothing: untuk membuat batasan radius seberapa kecil kontras detail diambil
10. Setelah didapat citra yang mempunyai tone yang diinginkan, simpan settingan Details Enhancer, kemungkinan dibutuhkan nanti. Simpan dengan nama yang tepat dan merujuk ke tipe foto, seperti: blueskylandscape yang merujuk ke photo landscape dengan langit biru.
11. Simpan citra tonemapped yang didapat dengan format TIFF 8 bit.
12. Apabila diperlukan, buat dua ato tiga citra tonemapped untuk menangkap semua nuansa.
13. Buka Adobe Photoshop CS/CS2
14. Buka citra kompromi dan citra tonemapped. Tumpuk citra tonemapped di atas citra kompromi mempergunakan layer.
15. Edit seperlunya. Disarankan mempergunakan layer mask, level adjustment, brushes, dan curve adjustment untuk menyeleksi detail di citra kompromi dan citra tonemapped yang akan ditampilkan.
16. Citra anda sudah matang. Saatnya dipamerkan :)



Contributor's Note

GO HDR!

External Links

Zen's High Dynamic Range Photography

Images

Contributed by Zenstrive on January 27, 2009, at 2:31 AM UTC.

PLEASE VISIT THE CONTRIBUTOR'S WEBSITE
Strivearth.com - Home of Sequential Dreams
This site shows arts and webcomics
www.strivearth.com

Reactions

No reactions yet.

Rate This Intel

Please login or sign up to rate this intel.

Comments

Please login or sign up to add a comment.

Share

Copyright Notice

The copyright for this content entitled "Citra Rentang Dinamika Tinggi : Sebuah Revolusi Photography" has been specified by the contributor as:

All Rights Reserved

This content may not be copied, distributed or adapted by anyone under any circumstances.

Login Here with
Any Email Address
Any Password
No account? Sign up.

Intel Contributor
This intel was contributed by Zenstrive


Zenstrive

Qondio Archive
May, 2012
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031


2008
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2009
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2010
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2011
January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December
2012
January, February, March, April, May

Sign Up
Not a member yet? Qondio is a powerful network for making it online. If you have a website to promote, we can help. Sign up and get in on the action.

About Qondio
Welcome to Qondio! Discover the awesome power this network can deliver by going to our About page. Or you could skip straight to the Sign Up form.

ABOUT
SUCCESS GUIDE
FEATURES
FAQ
ADVERTISE
CONTACT
USAGE POLICY
PRIVACY POLICY


TWITTER
FACEBOOK